05 Oktober 2014

inggil girindra ananta sh.Tanggal 05 Oktober adalah dikenal dengan hari Angkatan bersenjata Republik Indonesia, 05 Oktober 2014 bersamaan dengan tanggal 10 Zulhijah 1435 H, artinya bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha atau hari raya Haji, orang bilang Hari Raya atau hari besar Islam yang mestinya orang bersenang-senang tetapi untuk saya tidak pada hari tanggal itu adalah hari kesedihan yang amat sangat buat saya, sebab hari itu saya kehilangan seorang anak menantu yang sangat saya cintai dan sangat saya sayangi, sudah saya anggab sebagai anak sendiri, namanya INGGIL GIRINDRA ANANTA, SH

Seorang pengacara muda yang lagi mekar usia baru 34 (tiga puluh empat tahun) telah dipundhut oleh ALLAH SWT. dengan sangat mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, ini adalah ujian yang sangat berat selama ini yang diberikan oleh ALLAH SWT kepada keluarga saya, namun saya percaya semua telah discenario oleh ALLAH SWT orang Jawa bilang Jodho, rezeqi, pati sudah ditulis dilaufullmakhfud, manusia hanya diwajibkan untuk berdo’a dan berusaha selebihnya ALLAH SWT yang menentukan.
Enak yang dipundhut tetapi tidak enak yang ditinggalkan orang yang menyayanginya seolah ditinggalkan begitu saja, lebih-lebih istrinya (anak perempuanku) sangat kehilangan sebab selama ini dia disayang-sayang dan dimanja-manja oleh suaminya, saya sebagai bapaknya sangat merasakannya kesediahan tersebut, tetapi bagaimanapun juga kesedian itu tidak boleh berlarut-larut, semua harus saya kembalikan kepada Agama yang saya anut yaitu Agama Islam yang berpedomankan Al Qur’an dan Hadis, mari kita simak ayat-ayat Al-Qur’an sebagai berikut ini :

[6:2] huwalladzii khalaqakum min thiinin tsumma qadaa ajalan wa-ajalun musamman ‘indahu tsumma antum tamtaruun
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

[6:61] wahuwa lqaahiru fawqa ‘ibaadihi wayursilu ‘alaykum hafazhatan hattaa idzaa jaa-a ahadakumu lmawtu tawaffat-hu rusulunaa wahum laa yufarrithuun
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

[4:78] aynamaa takuunuu yudrikkumu lmawtu walaw kuntum fii buruujin musyayyadatin wa-in tushibhum hasanatun yaquuluu haadzihi min ‘indillaahi wa-in tushibhum sayyi-atun yaquuluu haadzihi min ‘indika qul kullun min ‘indillaahi famaali haaulaa-i lqawmi laa yakaaduuna yafqahuuna hadiitsaa
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan mereka mengatakan : “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah : “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

[33:17} qul man dzaalladzii ya’shimukum minallaahi in araada bikum suu-an aw araada bikum rahmatan walaa yajiduuna lahum min duunillaahi waliyyan walaa nashiiraa
Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.

[2:284] lillaahi maa fii ssamaawaati wamaa fii l-ardhi wa-in tubduu maa fii anfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaahu fayaghfiru liman yasyaau wayu’adzdzibu man yasyaau walaahu ‘alaa kulli syay-in qadiir
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[2:286] laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alayhaa maa iktasabat rabbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha/naa rabbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishran kamaa hamaltahu ‘alaalladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alaa lqawmi lkaafiriin
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Demikian semoga bisa menjadikan renungan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s