Menangkap Maling Sepeda

Aku pulang sekolah bertiga yaitu aku, kang Kacung dan Wallahu, jalan kaki seperti biasa, pas ditengah sawah ada seorang pencari rumput dia tinggalkan sepeda onthelnya dipinggir jalan besar sawah, agak jauh dia mencari rumput dengan letak sepedanya, ternyata Sepedanya dibawa lari orang, pencari rumput itu berteriak-teriak ditengah sawah sendirian tidak mungkin dia bisa mengejar maling yang membawa sepedanya, ketepatan aku bertiga pulang sekolah memang itu jalanku sehari-hari, mendengar teriakan pencari rumput dan melihat seseorang manaiki sepedanya, aku kejar dengan lari sekencang-kencangnya, orang yang membawa Sepeda itu kebetulan arah larinya ke arah desaku, aku bertiga dengan teriak-teriak maling-maling!!!! Dan Sepeda itu tidak bisa cepat sebab jalanan sawah itu makadam, sepeda harus milih-milih mana yang halus, dengan teriakanku bertiga maling-maling!!!, si maling masuk desaku banyak orang yang keluar rumah dan menangkap orang yang membawa Sepeda itu beramai-ramai. Aku ingat betul orang-orang dulu tidak seperti orang sekarang si Maling begitu tertangkap terus diserahkan ke Pak Kamituwo di desaku, sama Pak Wo si Maling ini malah dikasih makan terus disusuh pulang, nggak tau seandainya kejadian itu zaman sekarang barangkali sudah dibakar berame-rame.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s