Diancam Dan Dikencingi

Setelah Bung Karno Jatuh dan kekuasaan dipegang oleh Orde Baru bentukan Pak Harto, 1967, hubungan antara Partai Nahdatul Ulama dengan Partai Nasional Indonesia agaknya kurang harmonis, yang berpengaruh hubunganku dengan teman-teman Pemuda IPPNU (Ikatan Pemuda Pelajar Nahdatul Ulama) dengan GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia) di tahun 1967 jadi bermusuhan juga, masih ingat benar aku, aku masih Kelas 1 SMP, didepan sudah aku ceritakan bahwa jarak antara rumahku dengan sekolahanku sekitar 3 km, dan 3 km itu bulak-sawah tiada rumah satupun.

Aku berangkat sekola pagi-pagi sendirian dengan berjalan kaki dan lewat jalan sawah itu satu-satunya, dipertengahan 3 km itu ada saluran air untuk mengaliri sawah namanya Blombong, di pojok Blombong ini terletak sawahnya orang desa Wringinpitu namanya Pak Jalil, salah seorang anaknya Pak Jalil ini namanya Masngud yang perawakan badannya methekel tentu saja lebih besar dari badanku yang kerempeng ini, kebetulan aku lewat situ, Masngud melihat aku lewat situ aku dicegatnya, diancam dan dikata-katain serta sempat di kencingi sama dia, dasarnya aku memang penakut walaupun sering mbek-mbekan sama teman-teman, aku tidak berani melawan Masngud, ancamannya awas kalau masih sekolah di SMP 17 Agustus 1945 di Dam Limo suatu ketika aku akan dipukuli, hal tersebut aku ceritakan sama teman-teman, jadinya setiap berangkat sekolah selalu bersama teman banyak yaitu sama Kasiman, Wallahu, Kang Sakri yang lebih dikenal Kang Kacung, Sumardji, Miyono dan aku bersama-sama berjalan kaki setiap hari, kadang-kadang lari kalau pulang sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s