Masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 1967

Dekat sekolah SDN ku ada sekolah setingkat SMP yaitu sekolah Taman Siswa, yang Kepala Sekolahnya bernama Bapak Suyadi seorang tokoh Muhammadiyah, sedangkan Ayahku walaupun bukon tokoh adalah orang Partai Nasional Indonesia (PNI), sehingga terus terang tentang pendidikan agamaku kurang mendapat perhatian khusus walaupun setiap sore hari aku selalu mengaji di langgar (mushola) tempat Pakdeku aku biasa panggil Siwa Yahmin.

Pada waktu itu tokoh-tokoh PNI ini mau mendirikan sekolah SMP yang diberi nama SMP 17 Agustus 1945, padahal Gedung sekolahan SMP 17 Agustus 1945 ini belum punya, karena ayahku orang PNI aku memilih masuk SMP 17 Agustus 1945 yang kepala sekolahnya benama Bapak Suwito pada waktu itu, ini mulai dari kelas 1(satu), berbarengan dengan teman-teman sekelasku SD dulu, sama persis pada waktu aku kelas 5 SD dulu tidak punya gedung, awal masuk SMP 17 Agustus 1945 mondok dan pinjam ruang kelas di sekolahan SDN Tegaldlimo I yang terletak di desa Dam Limo, yang jaraknya dari rumahku sekitar 3 km, ada jalan makadam jarak 3 km tersebut adalah bulak (sawah). Selang beberapa waktu kemudian kira-kira 1(satu) tahun ruang kelas pindah lagi dari SDN Tegaldlimo I pindah ke Pendopo Kelurahan Tegaldlimo yang menjabat lurah adalah Mbah Petruk, Lurah Mbah Petruk ini adalah mertua dari Bapak AS Yono tokoh PNI yang dulu pernah ditangkap PKI bersama Agus Samad dan Abu Hasan yang mau diadili di Polsek Dam Limo waktu G 30 S PKI.

Pendopo Kelurahan Mbah Petruk ini tidak seperti pendopo Kelurahan sekarang, sebab tidak punya bangku, maka pihak sekolahan SMP 17 Agustus 1945 meminjam bangku sekolahan dari SDN Tegaldlimo II yang terletak 1 km dibarat Pendopo Kelurahan Mbah Petruk, masih segar dalam ingatanku untuk mengangkut bangku-bangku ini di lewatkan sungai dengan cara dihanyutkan disungai, kemudian bangku-bangku itu dicegat dibawah depan Pendopo Kelurahan Mbah Petruk dari sungai diangkat sama anak-anak untuk dimasukkan di Pendopo Kelurahan, maka jadilah ruang kelas untuk belajar mengajar.

Bisa dibayangkan Pendopo Kelurahan ini kalau musim panen kedele, untuk menumpuk pohon kedele yang belum dikeluarkan bijinya, kalau mau belajar harus menjemur dulu pohon kedele ini, kemudian bangkunya ditata dan proses belajar mengajar berlanjut. Begitu seterusnya itu belum, kadang kala dipakai untuk tidur atau kandang ayam, kadang ayam-ayam itu nelek di bangku dan meja kelas, jadi kalau pagi untuk proses belajar mengajar harus membersihkan telek ayam terlebih dahulu.

Pada waktu kelas mondok di Pendopo Kelurahan Mbah Petruk inilah sambil menunggu selesainya pembangunan Gedung SMP 17 Agustus 1945 yang letaknya bersebelahan dengan Polsek Tegaldlimo di Dam Limo ini, sewaktu membangun sekolahan ini tidak jarang anak-anak dilibatkan, umpamanya pada waktu membuat pondasi anak-anak dikerahkan untuk mengusung tanah pondasi, begitu Kepala Sekolahku SMP 17 Namanya Bapak Suwito orangnya memang kreatif, untuk membuat dinding dari Gedeg, anak-anak satu sekolahan diajak ke Alas Purwo dengan bersepeda onthel disana mencari Bambu untuk bahan Gedeg, masing-masing anak disuruh membawa semampunya dan sebisanya bambu-bambu tersebut setelah sampai sekolahan dibuatlah Gedeg-gedeg untuk dinding sekolahan.

Ada lagi untuk mencari dana sekolahan pas musim panen padi, tiap kelas diberikan pengumuman bahwa besok pagi anak-anak tidak usah membawa buku pelajaran, tetapi besok pagi anak-anak harus membawa Gampung (ani-ani) yaitu alat untuk memanen padi dan caping untuk penutup kepala. Maka anak satu sekolahan pada esok harinya sudah siap dengan segala peralatannya untuk dereb bersama, istilah dereb adalah ikut memanen padi orang lain dengan pembagian upah tujuh dibanding dua dari gabah yang telah diperolehnya, padi satu petak dikerjakan oleh beberapa anak hanya sekejap saja selesai, begitulah cara-cara untuk mendapatkan dana operasional sekolahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s