Gedung Sekolahan Berdiri Lagi

Waktu terus berjalan akhirnya bangunan sekolahan berdiri lagi aku sudah kelas 6, sewaktu aku pada posisi kelas 6 ini terjadi perubahan korikulum, kelas 6 yang mestinya ditempuh 1 tahun diolor oleh pemerintah jadi 1,5 tahun gara-gara perubahan korikulum tersebut, sehingga SD aku tempoh total 6,5(enam setengah) tahun.

Didalam perjalanan mulai kelas 1 sampai kelas 6, yang awalnya jumlah anak satu kelas itu sejumlah 50 orang begitu kelas 6 tinggal 10 orang anak, 6 orang anak laki-laki dan 4 orang perempuan, 10 orang anak tersebut yang perempuan namanya :

  1. Suginah
  2. Misiyah
  3. Sumarmi
  4. Semi
  5. Wallahu
  6. Muttamar
  7. Sumardji
  8. Jurianto
  9. Djemari
  10. Samidi

Anehnya 4 teman perempuanku tersebut ada jandanya yaitu si Semi, Semi ini waktu kelas dulu pernah dikawinkan oleh Bapaknya tetapi tidak atut (tidak akur) dengan suaminya dan bercerai, setelah bercerai dengan suaminya masih melanjutkan sekolah lagi sampai tamat kelas 6, tetapi selalu menjadi bahan olok-olok oleh teman-teman sekelas dibilang ndolik-ndolik maksudnya rondo cilik (janda kecil), karena olok-olok teman inilah si Semi kadang sampai menangis, kalau ingat ya kasihan juga dia…

Aku termasuk anak yang tidak pinter, tetapi nilaiku masih lumayan baguslah, seandainya direngking dari tiga anak begitu aku masih rangking tiga, kalau dapat Pekerjaan Rumah (PR) nilaiku mesti bagus sebab aku diajari oleh adhik sepupuku yang ikut ayahku namanya Dhik Hantoyo, yang waktu-waktu berikutnya dia menjadi sukarelawan untuk mengajar karena kekurangan Guru, yang akhirnya Dhik Hantoyo sampai bisa menjadi Kepala Sekolah SDN. Sebelum ujian akhir kelas 6 anak satu kelas tersebut oleh Bapak Djoni guru kelasku disuruh mencari serta mengubah hari tanggal lahir dan mengubah umur, mengubah nama masing-masing, umur supaya lebih dimudakan lagi dari usia yang sebenarnya, disini terjadi kelucuan-kelucuan, ada yang tanggal 17 Agustus, 01 Mei, 01 Juni, dan lain sebagainya, seperti tanggal lahirku 09 April adalah hari Penerbangan maksudnya mempunyai angan-angan dan cita-cita yang tinggi begitu.

 Setelah aku punya gedung sekolahan lagi, terjadi perubahan Kepala Sekolah, yang semula dijabat oleh Bapak Tjiptosanyoto digantikan oleh Bapak Soeparli Hadi Soemarto, jadi begitu tamat SDN yang neken Ijazahku Bapak Soeparli Hadi Soemarto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s