Jalan Soekarno-Hatta Malang

0-8-5335-232-777-disewakan-apartemen-soekarno-hatta-sewaapartemendimalang0030Bunga Lada itulah tempat tinggalku saat ini, tepatnya di Jalan Bunga Lada No. 1 Kota Malang yang berdekatan dengan kawasan Jalan Soekarno-Hatta.  Masih segar dalam ingatan saya sewaktu saya mau mengambil rumah disitu yaitu pada tahun 1982, pengembangnya PT. Senada Daya Madya yang dipimpin oleh Bpk. H. Hatta Ismail bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara Malang membangun perumahan yang berada didaerah Kentulsari (Kendalsari Tulusrejo).

Pada awalnya saya ragu juga waktu mau memutuskan untuk mengambil rumah disitu sebab disebelah utara perumahan tersebut ada makam desa Kendalsari bahkan gandeng dengan perumahan, namun pada waktu itu pengembang memberitahukan kepada calon penghuni bahwa nanti makam tersebut akan dipindahkan ketempat lain, tempat makam itu  akan dibangun Terminal Bemo, tahun (80)an satu-satunya angkutan Kota Cuma Bemo, sepanjang Jalan Bunga Cengkeh membujur dari arah timur yaitu dimulai dari Jalan Kedawung, Jalan Kalpataru, Jalan Bunga Cengkeh, Jalan Coklat terus kebarat kearah desa namanya Magetan terus tembus Jalan Dinoyo Pabrik Keramik itu masih makadam, jadi kalau mau bepergian dari tempat tinggalku ya kalau ngak kebarat ya ketimur, kalau mau naik becak dari Kedawung Pak becak tidak akan kuat menggenjot becaknya sebab dari arah Jalan Kedawung kearah barat menanjak dan makadam yah pokoknya jan rekasa bangetlah, punya rumah kok ditengah hutan pikir saya, disamping sering dengar dari orang sekitar atau penduduk asli daerah situ mengatakan “jangan kok disuruh beli tanah disitu lha wong dikasihkan aja orang nggak mau kok!!”

Akhirnya saya putuskan dengan 3(tiga) teman untuk mengambil rumah disitu pikir saya toh nanti akan jadi perumahan mewah menurut penerawang saya, mewah (mepet sawah) kami memilih lokasi, karena saya yang paling muda diantaranya saya jadi pemilih yang paling akhir kebagian lokasi yang mepet kuburan.

Uang muka untuk mengambil rumah sebesar Rp.600.000,– (Enam ratus ribu rupiah) tahun 1982 kami bertiga tidak punya duit sebesar itu, berkat kemurahan Allah lewat Bapak pemimpin perusahaan dimana kami bertiga bekerja untuk membayar uang muka tersebut kami diberi pinjaman uang pribadi beliau. Menurut Bestek dari pengembang yang bekerjasama dengan BTN (Bank Tabungan Negara), harga rumah Rp.9.000.000,– (Sembilan juta rupiah), luas tanah 180m2, luas bangunan tipe 54, jangka waktu kredit 180 bulan (15 tahun), angsuran perbulan sebesar Rp. 54.000,– (lima puluh empat ribu rupiah).

Perkembangan berikutnya adalah tahun 1992 sepuluh tahun kemudian dibuatlah jalan tembus dari Blimbing menembus ke Unibraw serta Jembatan yang sekarang disebut Jalan atau Jembatan Soekarno-Hatta. Nah sejak adanya Jalan Soekarno-Hatta itulah kawasan yang tadinya kawasan Alit menjadi kawasan Elit, disepanjang Jalan Soekarno-Hatta sampai Jalan Borobudur dibangunlah gedung-gedung megah seperti Poltek Unibraw kemudian Taman Krida Budaya Jawa Timur, perumahan Griyashanta dan lain sebagainya, bahkan sekarang kalau anda ingin naik pesawat anda bisa pergi keperempatan Soekarno-Hatta Borobudur dekat Pom Bensin Borobudur anda bisa naik pesawat yang tidak terbang he he he

Siklusnya 10 tahunan dari tahun 1982 ketahun 1992, kemudian tahun 2002 ketahun 2012, kalau tahun 1982 dulu saya pikir kawasan ini ditengah hutan sekarang mau nyebrang jalan saja susah dan sudah dikenal menjadi kawasan macet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s