Diskusi Publik

PRAKTIS TOUR & ORGANIZER kantor aku, mendapatkan  undangan dari Universitas Negeri Malang (UNM), dalam rangka merealisasikan program kerja Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (BEM FIS UM), yaitu diskusi publik dengan tema “Bali dan Indonesia Timur Tempo  Doeloe” pada tanggal 14 Mei 2012 di Aula Utama Gedung A3 Lantai 2 Universitas Negeri Malang, aku yang menghadirinya.

Acara dimulai pukul 12.30 WIB tepat, setelah pembukaan ada 3 pembicara Yaitu  :

  1. Dewa A.G. Agung, M.Hum (Sejarahwan FIS UNM)
  2. Hatib A.K. Olong, M.Hum (Antropolog FIB Universitas Brawijaya Malang)
  3. JJ Rizal (Penikmat Budaya, penerbit komunitas bambu Depok)

Pembicara pertama dengan pokok bahasan Tentang Pulau Bali yang disorot masalah Pura dan Subak, tempo dulu sampai sekatang, cukup bagus dan berbobot.

Kemudian pembicara kedua dan ketiga hampir sama yang disampaikan wilayah Indonesia timur tempo dulu, intinya bangsa barat menganggab bahwa Indonesia timur masih bangsa bodoh, miskin dan unik.

Tiba giliran diskusi banyak yang angkat tangan, hampir-hampir aku tak diberikan waktu, moderator memberikan satu orang satu pertanyaan, padahal yang ingin aku sampaikan banyak juga.

Pas diberikan giliran terakhir, aku disuruh menyebutkan nama, tapi yang aku sebutkan bahwa aku dari PRAKTIS TOUR & ORGANIZER Jl. Soekarno-Hatta Kav. 1F Malang, aku perkenalkan dan tawarkan ke hadirin sekalian apabila mau wisata ke Indonesia Timur jangan lupa lewat PRAKTIS TOUR & ORGANIZER, buka Web. kami WISATAASIA, WISATAMALANG dan masih banyak lagi.

Aku kurang setuju dengan pandangan Barat bahwa wilayah Indonesia Timur Bodoh dan Miskin, itulah orang Barat yang sengaja menjatuhkan martabat dan meremehkan serta merendahkan  Bangsa Indonesia pada umumnya, padahal banyak tokoh-tokoh pinter dari Timur, contohnya Franseda (menteri). Adrianus Moy (direktur Bank Indonesia), Francisca C. Fanggidaej (guru Bhs. Inggris & wartawan Gelora Pemuda Indonesia), Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes (ahli radiologi pertama di Indonesia), Jacob Nuwa Wea (menteri tenaga kerja) dan banyak lagi nama seperti Paulus Osok, Feri Subnefeu, Dami N. Toda, Herman Yosef Loli Wutun, AA Weyangoe dan lain sebagainya.

Selanjutnya dikatakan Miskin, lihat bangsa Belanda dan bangsa Portugis selalu ribut memperebutkan rempah-rempah di Indonesia Timur, tambang Emas di Nusa Tengara Barat dan Freeport di Irian Jaya tambang emas yang terampas, kok dikatakan miskin.

Itulah pandangan Barat, toh orang Barat ternyata kalah dengan orang Timur (Jepang), oleh karena itu memberikan semangat kepada bangsa kita Bangsa Indonesia ini ********

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s