Misuh-misuh

Biasanya orang yang MISUH-MISUH itu menunjukkan bahwa orang tersebut rendah pendidikannya, tetapi tidak sedikit orang yang berpendidikan tinggipun apabila mangkel atau jengkel hatinya, dia MISUH-MISUH (mengumpat).

Macam-macam yang diucapkan orang MISUH-MISUH, mulai dari GOMBAL, TELA, ASEM, JANGKRIK, CELENG, ANJING sampai DIAMPUT, DIANCUK, dan lain sebagainya.

Suku OSING di Banyuwangi bukan ASING maksut aku, kalau MISUH-MISUH itu paling baik, dia  bilang NAGUD, kata NAGUD atau NAGUD LARE, dari bahasa inggris NO GOOD artinya NO=tidak GOOD=baik, tidak baik, padahal orang Inggris sendiri kalau MISUH-MISUH dia tidak bilang NO GOOD tetapi FUCKIN YOU, orang Belanda bilang GODFERDOMME  atau DAMN IT, orang Jerman bilang VERDAMMT dan lain sebagainya.

Kenapa orang mesti MISUH-MISUH (mengumpat)? bila mangkel atau jengkel hatinya, tidakkah sebaiknya ISTIQFAR ingat dan menyebut nama ALLAH SWT. sebab segala sesuatu didunia ini kan ALLAH lah yang mengaturnya.

MISUH-MISUH kalau yang diucapkan itu GOMBAL, TELA, ASEM, JANGKRIK, CELENG sampai ANJING itu tidak masalah, walaupun dia tidak salah, namun apabila ada orang MISUH-MISUH yang diucapakan DIAMPUT atau DIANCUK ini yang menjadi masalah.

Orang yang MISUH-MISUH (mengumpat) bilang DIAMPUT atau DIANCUK, mungkin tidak tahu arti yang diucapkannya, mari kita simak dalam Kamus Bahasa Jawa “BAUSASTRA JAWA” dening S. PRAWIRO ATMODJO kababar dening : Yayasan DJOJO BOJO Jl. Embong Malang No. 69H Surabaya, Cap-capan kaping II – 1990, halaman 13, menyebutkan kata AMPUT sama dengan ANCUK sama dengan ENCUK arti kata ini LAKI (bahasa Jawa), bahasa Indonesianya bersetubuh, senggama, kata-kata ini kata-kata yang (lekoh) jorok, artinya kata LAKI tidak digunakan untuk Manusia, tetapi digunakan untuk Hewan yang melakukannya (kalau untuk bangsa Manusia bahasa Jawa yang halus itu SARESMI = bersetubuh = bersenggama, indahkan bahasa Jawa SARESMI.

Aku sampai saat ini masih belajar bahasa Jawa, tapi aku rasakan kadang-kadang bahasa jawa itu ya lucu tetapi disitulah letak Indahnya bahasa Jawa, kata LAKI ini digandeng dengan kata GURU menjadi GURULAKI maaf tidak diartikan yang sebenarnya (bahasa jawa) artinya SUAMI, contoh lain adalah kata TURAS (KENCING), ada kalimat TURASING WONG AGUNG atau TURASING PRIYAGUNG LUHUR artinya anak keturunannya orang gede, mestinya kan kencingnya orang gede, jadi kata KENCING = KETURUNAN, ada kata-kata yang jorok lainnya akan tetapi dipakai setiap hari yaitu kata THOLE (panggilan anak laki), BAWUK (panggilan anak perempuan), itulah sedikit bahasa jawa.

Kata AMPUT, ANCUK & ENCUK mendapat awalan DI, kata tersebut menjadi DIAMPUT atau DIANCUK atau DIENCUK, arti kata ini dalam kamus bahasa jawa tersebut : “DILAKENInauzubillahi mindzalik….!!!!! dalam bahasa Jawa kata-kata itu kasar sekali dan jelek sekali, kata-kata itu tidak pantas diucapkan oleh orang yang bermoral maaf, kalau kita sudah tahu artinya jangan sampai kita berkata kotor, lebih-lebih mengucapkan kata tersebut, (maaf saya pribadi sebenarnya tidak sampai hati untuk menuliskan di Beranda BLOG saya ini, namun maksud aku untuk peringatan bagi orang-orang yang suka misuh-misuh tersebut, kalau sudah tahu artinya supaya tidak mengucapkannya).

Para USTADZ para KYAHI sudah sering paring dhawuh, seseorang meninggal dunia dikatakan dengan khusnul kotimah atau tidak, itu apa kata-kata yang  terakhir yang keluar dari mulutnya waktu nyawanya lepas dari jasadnya.

Ada suatu cerita begini : “Seseorang mendekati ajal, orang tersebut sudah nazak, oleh Dokter diperiksa dadanya ditempel Stetoscop, lewat Stetoscop, si dokter mendengar suara ADZAN dari dada orang yang nazak tadi, ternyata orang tersebut mu’azin (tukang azan) di salah satu Masjid”

Oleh karena itu kalau mulut ini sudah biasa mengucapkan kata yang baik-baik, berdo’a, istiqfar, berdzikir kepada ALLAH SWT. insya ALLAH sewaktu syakaratil maut dari mulut akan keluar kata-kata yang baik, namun apabila sebaliknya, lebih-lebih suka MISUH-MISUH (mengumpat), yang keluar kata-kata dari mulutnya ya tidak jauh dari itu, orang yang biasa ngedrink matinya ya pas ngedrink, orang yang biasa mbalon matinya ya diatas balon he…he…he!!!!

2 responses »

  1. wah….
    nyuwun gunging sih pangapunten,-
    wedar ingkan panjenengan serat puniko taksih dereng trep kaliyan sejatosipun.
    monggo dipun dandosi malih supados langkung Pener.
    amargi Bener puniko dereng tamtu Pener…
    Bener kalin Pener puniko ugi dereng mesti Sae….

    Rahayu… Rahayu… Sadulur

    • matur nuwun Bpk Cendoll komentaripun, nanging ingkan kula pikajengaken menawi penjenengan nglepataken, kula nyuwun kanthi sanget penjenengan kedah paring wawasan dhateng kula kados pundi menggah prayoganipun, mboten kok namung saget maido kemawaon, nuwun….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s