Dialog Budaya Tradisional

Kantor aku yaitu PRAKTIS & TOUR ORGANIZER mendapat Undangan dari DISBUDPAR kota MALANG,  DISBUDPAR kota Malang bersama Balai pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta mengadakan kegiatan dialog budaya dengan tema “Peranan Budaya Daerah Dalam Pembentukan Jatidiri Dan Integritas Bangsa” selama 2(dua) hari, diselenggarakan di HALL DE CLUB HOTEL SAHIT MONTANA Jl. Tumapel No. 19 MALANG.

Hari pertama dibuka Bapak wali Kota MALANG pukul 11.00 WIB. dilanjutkan laporan ketua panitia penyelenggara dan sambutan-sambutan.

Sesi pertama giliran pemakalah dari UNEJ Jember, namanya Bpk. Prof. DR. AYU SUTARTO, M.A. judul makalah BUDAYA DAERAH, JATI DIRI DAN INTEGRASI BANGSA, bagus apa yang disampaikan dan penyampaiannya banyak humor.

Disela-sela ceramahnya beliau bicara, orang sekarang maunya instan saja, contohnya di dunia pendidikan, banyak orang yang tak bersekolah tapi berijasah, kalau ditanya sekolahnya di STISIA (Sekolah Tidak Ijaza Ya) selesai sekolah dipasang gelarnya dibelakang namanya MM (Mesti Mari).

Waduh…!!! aku tersinggung, sebab diantara peserta ada 2 orang yang memasang dibelakang namanya MM, diantaranya aku dan Ibu Dra. Suhartini, MM. dibuku Panduan namaku nomor urut 58, sedang Ibu Dra. Suhartini, MM nomor urut 68, dia seorang tokoh masyarakat di Malang.

Begitu dibuka dialog sesi pertama 4 penanya, aku tidak kebagian, selanjutnya sesi kedua 4 penanya, aku kebagian yang terakhir, setelah giliran aku, aku diminta untuk menyebut nama, aku tidak segera menjawab, aku bilang “Waduh Pak sebenarnya saya malu untuk menyebutkan namaku, sebab dibelakang namaku aku pasang gelar MM, kalau Bapak ingin tahu namaku di buku panduan nomor urut 58” maka seluruh peserta dialog membuka buku panduan dan membaca namaku, jadi gemuruh suaranya seisi ruangan, aku bilang “Sebenarnya dulu ingin aku pasang gelar MSi dibelakang namaku biar kelihatan agak pinter, namun karena aku merasa bodo ya kuliah di STISIA seperti yang Profesor sebutkan, akhirnya saya pasang gelar dibelakang namaku MM, profesor penasaran menanyakan apa MSi yang aku sebutkan tadi, Aku jawab MSi (Meh Sembarang Isa), Pak profesor ngacungi jempol aku.

Aku lanjutkan…Bapak Profesor namanya kan AYU SUTARTO, aku pikir sebelum naik panggung tadi nama itu nama Ibu!!, sebab namanya AYU SUTARTO ternyata nama seorang bapak, karena seorang bapak mestinya namanya BAGUS SUTARTO, bukan AYU SUTARTO, aku bilang….

Pantesan Bapak menjadi PRIA PANGGILAN, wong namanya AYU SUTARTO!!!  lho kok Pria Panggilan, iya kan Pak Profesor dipanggil dari UNEJ Jember untuk memberikan ceramah dan dialog budaya di Malang ini.

Semua peserta jadi pada ger-geran.., dari arah belakang ada yang bilang mbales-mbales…!!! aku duduk paling depan dan aku jawab AREMA kok digarai …….!!

2 responses »

  1. pensiunan bank jatim sekarang canggih sudah punya blog sendiri dan tetap seperti dulu tulisan jenengan enak dibaca, kenapa gak dari dulu pak?

    • Sebab dulu belum pensiun OM, Nah!! sekarang kan pengangguran seperti yang aku tulis itu melek, nyekek, nelek, oke pokoknya serin2 dibuka diupayakan ada yang baru, makasih……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s